

Slarang, 26 Agustus 2026 — Anggota 7 melaksanakan kegiatan pelatihan budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai salah satu upaya untuk mengenalkan pemanfaatan sampah organik sekaligus mengembangkan potensi pengelolaan limbah yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat di Desa Slarang RT 05 RW 12.
Kegiatan pelatihan dilakukan secara langsung dengan melibatkan masyarakat dan anak-anak muda di lingkungan setempat. Peserta diperkenalkan pada tahapan dasar budidaya maggot BSF, mulai dari pengenalan lalat BSF, media pemeliharaan, penyediaan pakan, hingga proses perawatan maggot agar dapat tumbuh dengan baik.
Salah satu materi utama dalam pelatihan adalah pemanfaatan sampah organik rumah tangga sebagai sumber pakan maggot. Sampah berupa sisa sayuran dan bahan organik lainnya yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat dimanfaatkan sebagai media pakan. Dengan demikian, budidaya maggot dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengurangi jumlah sampah organik yang dibuang ke lingkungan.
Selain memberikan pemahaman secara teori, peserta juga mendapatkan pengalaman melalui praktik langsung. Peserta bersama Anggota 7 melakukan persiapan bahan, memilah sampah organik, serta mengenal cara pemberian pakan dan pemeliharaan maggot. Pendekatan praktik tersebut diharapkan membuat peserta lebih mudah memahami proses budidaya dan mampu menerapkannya secara mandiri.
Maggot BSF memiliki potensi untuk dikembangkan karena larvanya mampu mengonsumsi berbagai jenis bahan organik. Hasil budidayanya juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan berprotein bagi sejumlah jenis ternak dan ikan. Hal ini membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan pengelolaan sampah sekaligus kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Melalui pelatihan ini, Anggota 7 berharap masyarakat Desa Slarang dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai pengelolaan sampah organik yang lebih bermanfaat. Budidaya maggot tidak hanya dipandang sebagai kegiatan pemeliharaan larva, tetapi juga sebagai salah satu bagian dari konsep ekonomi sirkular, yaitu mengubah limbah menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali.
Kegiatan pelatihan berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh antusias. Peserta turut berdiskusi serta mengamati secara langsung bahan-bahan yang digunakan dalam proses budidaya. Interaksi tersebut menjadi kesempatan untuk bertukar pengetahuan mengenai permasalahan sampah dan potensi pengembangannya di lingkungan masyarakat.
Ke depan, kegiatan budidaya Maggot BSF diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Slarang. Dengan pengelolaan yang tepat, kegiatan ini berpotensi membantu mengurangi sampah organik, memberikan alternatif pakan, sekaligus membuka peluang usaha produktif bagi masyarakat.
Pelatihan Maggot BSF menjadi langkah kecil menuju pengelolaan sampah yang lebih produktif—mengubah sampah organik menjadi sumber daya yang memiliki manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

| Luas Area | 80 m2 |
| Luas Bangunan | 60 m2 |
| Status Lokasi | Wakaf |
| Tahun Berdiri | 2002 |